Indosat Rilis Ponsel Tenaga Surya Pertama di Indonesia

Author: Bobby vaizZ // Category: , ,

Neonnews - Indosat menghadirkan ponsel bertenaga surya pertama di Indonesia. Ponsel bernama Gaya itu untuk tahap awal direncanakan akan digunakan untuk mendukung program Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) Online Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) bagi petani Indonesia.

Ponsel Gaya ini akan menjadi salah satu sarana pendukung untuk mewujudkan RDKK Online bagi petani Indonesia, bekerjasama dengan Induk Koperasi Tani dan Nelayan (INKOPTAN) yang akan diresmikan dalam waktu dekat.

"Nantinya Ponsel Gaya akan menjadi sarana komunikasi untuk petani dengan menggunakan tenaga surya yang ramah lingkungan. Dalam waktu dekat ponsel ini juga dapat dinikmati oleh masyarakat luas," ujar Direktur Utama Indosat, Johnny Swandi Sjam dalam keterangan tertulisnya.

RDKK merupakan suatu aplikasi IT terintegrasi yang membantu petani untuk memenuhi kebutuhan informasi dan komunikasi dalam kegiatan bertani yang akan dilakukan secara online dengan menggunakan fasilitas jaringan telekomunikasi nirkabel (GSM) sehingga petani bisa terbantu dengan cepat dan efisien. Sedangkan untuk masyarakat umum, Ponsel Gaya baru dapat dinikmati pada akhir Juli mendatang.

Ponsel Gaya tidak kalah dengan ponsel umumnya yang bertenaga listrik biasa. Dengan desain yang cukup trendi, ponsel tersebut juga memiliki kelebihan anti-shock dan dust resistance untuk kegiatan luar ruang. Selain itu, ponsel tersebut memiliki power management berupa automatic charge apabila kapasitas baterai kurang dari 90 persen.

Ponsel Gaya dibanderol dengan harga sekira Rp480 ribu dengan bonus SMS kartu Mentari sebanyak 50 SMS dan setiap akumulasi isi ulang 20 ribu, bonus internetan 220 menit, bonus bicara 120 menit dan juga dapat digunakan untuk menikmati program Obral Obrol Mentari yaitu gratis bicara 60 menit ke sesama nomor Indosat.

Jonny mengharapkan, kehadiran ponsel Gaya ini tak hanya menjadi wujud komitmen untuk memperluas cakupan layanan ke berbagai wilayah terpencil. "Tapi juga memperluas segmen masyarakat yang dapat menikmati layanan telekomunikasi yang murah, terjangkau, ramah lingkungan sekaligus mendukung aktifitas ekonomi dan kegiatan mereka di berbagai aspek," katanya.

Menghina di Facebook, Warga Bogor Dilaporkan ke Polisi

Author: Bobby vaizZ // Category: , ,

Neonnews - Hati-hati melontarkan komentar atau ledekan di Facebook. Karena jika ada yang tidak terima bisa dilaporkan ke polisi.

Itulah yang dialami Ujang Romansyah, seorang warga Bogor, yang digiring ke kantor polisi karena dituding telah melakukan penghinaan lewat Facebook.

Kejadian ini bermula saat Ujang menulis komentar di Facebook milik temannya Feli. Tulisannya kurang lebih seperti ini, "Hai...Lu ngga usah ikut campur. Gendut, kaye tante2, ngga bs gaya. Emang lu siapa. Urus aja diri lu kaya... So cantik, ga bs gaya. Belagu. Nyokap lu ngga sanggup beliin baju buat gaya ya, makanya lu punya gaya gendut, besar lu, kaya lu yg bagus aja. Emang lu siapanya UJ. Hai gendut."

Merasa terhina Feli melaporkan Ujang ke Polresta Bogor pada tanggal 23 Juni 2009 lalu. "Dia (Fely) melaporkan pencemaran nama baik melalui situs internet Facebook," ujar Kasat Reskrim Polresta Bogor AKP Irwansyah.

Kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi para pengguna Facebook untuk lebih berhati-hati saat melontarkan komentar di Facebook seseorang.

Gedung Apartemen di Shanghai 'Roboh Terbalik'

Author: Bobby vaizZ // Category: ,
Neonnews - Sabtu minggu lalu, sebuah gedung apartemen di Shanghai roboh. Bangunan itu masih dalam proses pembangunan sehingga masih kosong, dan tidak ada korban jiwa.

Dugaan sementara yang membuat gedung tersebut terguling adalah pondasi yang tidak kuat dan amblasnya tanah. Tetapi sulit diperhitungkan secara detil mengapa gedung apartemen yang besar bisa roboh dan terguling.

Baterai Ponsel Nokia Diisi Tak Pakai Kabel

Author: Bobby vaizZ // Category: , ,

Neonnews - Wireless power merupakan teknologi yang masih dalam tahap pengembangan. Walaupun dalam sejumlah pengujian di lab peneliti telah berhasil “menembakkan” listrik dalam jarak beberapa meter pada bola lampu, saat di mana laptop atau ponsel kita bisa diisi ulang tanpa perlu menyambungkannya ke catu daya, masih cukup jauh.

Meski begitu, Nokia telah mengambil langkah awal menuju arah tersebut. Produsen ponsel asal Finlandia itu telah membuat prototipe ponsel yang dapat mengisi ulang dirinya sendiri menggunakan metode yang unik. Ponsel mengumpulkan gelombang radio di udara dan mengubah energi tersebut menjadi sumber energi yang dapat dimanfaatkan. Setidaknya cukup untuk membuat baterai ponsel tidak kosong.

Pada umumnya sistem daya nirkabel didesain dengan transmitter dan receiver. Tetapi, sistem yang dibuat Nokia tidak mempermasalahkan dari mana ia mendapatkan gelombang nirkabel. Pasalnya, radio, TV, dan ponsel, semuanya memantulkan gelombang di udara dan sebagian besar di antaranya tidak digunakan, diserap oleh lingkungan, atau berserakan di lapisan atmosfir.

Nokia memanfaatkan gelombang dan menggunakan energi elektromagnetik yang dikumpulkan dari berbagai frekuensi tersebut untuk membuat arus listrik. Arus listrik inilah yang kemudian dipakai untuk mengisi ulang baterai ponsel.

Meski begitu, mengumpulkan energi elektromagnetik tetap tidak akan menghasilkan listrik yang cukup untuk memasok seluruh peralatan di rumah atau di kantor. Akan tetapi, untuk menjaga ponsel tetap aktif sudah cukup.

Saat ini Nokia mampu mengumpulkan seluruh energi 5 miliwatt dari udara, sementara targetnya adalah meningkatkannya menjadi 20 miliwatt dalam jangka pendek dan 50 miliwatt dalam jangka waktu yang lebih lama. Daya sebesar itu tidak akan cukup untuk menghidupkan ponsel saat melakukan panggilan, tetapi cukup untuk mengisi ulang baterai saat ponsel sedang tidak digunakan. Secara teoritis, metode ini akan memberikan pasokan daya yang tidak terbatas, tentunya jika penggunanya tidak sedang berada jauh di bawah tanah di mana gelombang radio tidak bisa menjangkau.

Nokia sendiri berharap dapat meluncurkan produk berteknologi tersebut ke pasar dalam waktu tiga sampai lima tahun ke depan.

NASA Luncurkan Satelit Pencari Air ke Bulan

Author: Bobby vaizZ // Category: , ,


NASA luncurkan satelit pencari air ke bulan.

Neonnews — NASA meluncurkan dua satelit penelitian ke antariksa, dalam langkah pertama perjalanan panjang untuk mengembalikan manusia ke Bulan pada 2020.

Dua misi Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) dan LCROSS diluncurkan dengan menggunakan roket Atlas V dari Pusat Antariksa Kennedy, Florida, dalam misi penelitian bersejarah ke Bulan guna mencari sumber air dan tempat pendaratan bagi satelit Bumi.

Cuaca buruk menunda peluncuran tersebut selama 20 menit, sebelum para pejabat dari Badan Antariksa AS memberi lampu hijau bagi peluncuran misi itu.

Badan Antariksa AS, yang berharap dapat mengirim astronot ke satelit alam Bumi paling lambat 2020 untuk kunjungan pertama sejak 1972, mengumumkan bahwa badan tersebut berada pada jalur untuk meluncurkan misi LRO dan LCROSS dengan menggunakan roket Atlas V dari Pusat Antariksa Kennedy, Florida.

Sehari setelah menangguhkan peluncuran pesawat ulang-alik Endeavour untuk kedua kali dalam satu pekan akibat kebocoran bahan bakar hidrogen, NASA menyatakan, lembaga itu menyiapkan tiga jendela pada pukul 17.12 waktu setempat, pukul 17.22 waktu setempat dan pukul 17.32 waktu setempat. Jika tak ada yang berhasil, para pejabat telah memaraf tiga peluang lagi pada Jumat malam.

Misi tersebut adalah langkah pertama dalam perjalanan panjang guna melakukan eksplorasi lebih lanjut mengenai sistem matahari ke planet, Mars dan lebih jauh lagi. "Misi robot itu akan memberi kami keterangan yang kami perlukan guna membuat keputusan mengenai kehadiran manusia pada masa depan di bulan," kata Manajer Program Todd May kepada wartawan awal pekan ini.

Satelit Pengindera dan Pengamatan Kawah Bulan (LCROSS) secara khusus akan menjadi upaya paling spektakuler NASA selama bertahun-tahun. Untuk mencari es air di Bulan—komponen paling penting bagi rencana penempatan koloni manusia di Bulan—penyelidikan tersebut akan menganalisis data dari Bulan setelah roket Centaur, yang terpisah, jatuh di kawah gelap yang selamanya, di bagian gelap Bulan yang tak pernah terkena sinar Matahari.

Setelah meneliti benda bulan, satelit peneliti Kamikaze akan mengikuti langkah roket itu dengan menjatuhkan dirinya di Bulan dengan kecepatan rata-rata 2,5 kilometer per detik. Secara keseluruhan, NASA menyatakan, kedua misi itu akan menggali sebanyak 500 ton meter benda bulan dan mulai mencari tanda kemungkinan sumber air yang telah lama membeku dan mengkaji susunan mineral yang tak pernah disaksikan di dunia.

Adapun LRO diharapkan dapat memajukan dasar pengetahuan upaya antariksa melalui keberadaan selama satu tahun di orbit sekitar 50 kilometer yang merupakan jarak paling dekat setiap pesawat antariksa pernah terus-menerus mengorbit di bulan.

Misi LRO sebesar 500 juta dollar AS dirancang untuk memberi NASA peta mengenai ketepatan yang tak pernah terjadi sebelumnya, yang akan penting dalam memetakan tempat yang mungkin bagi pendaratan.